Seputardalamberita:Kapal kargo yang kembali dalam keadaan kosong dari pelabuhan tujuan adalah tantangan utama bagi jalan raya maritim yang disebut pemerintah lima tahun setelah dimulai, kata pejabat dan pakar. Program tol laut mensubsidi pengiriman pada rute-rute tertentu untuk distribusi barang-barang kebutuhan pokok dan
penting serta baja dan semen ke daerah-daerah terpencil di nusantara. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus Purnomo mengatakan pemerintah harus berbuat lebih banyak untuk meningkatkan industri lokal di daerah tujuan program dan meningkatkan volume kargo kembali. “Kami
perlu membangun sistem untuk meningkatkan volume kargo kembali. Pengembalian kargo masih menjadi kelemahan tol laut, dan kami harus membuat produk baru di tempat tujuan untuk dikirim ke pelabuhan asal, ”ujarnya saat peluncuran buku virtual yang digelar Kompas. Untuk meningkatkan volume kargo
balik dari daerah tujuan, Agus mengatakan Kementerian Perhubungan, bersama Kementerian Perdagangan, akan memanfaatkan dan mengintegrasikan program “Rumah Kita” dan program “Toko Bahari”. Rumah Kita merupakan program prakarsa pemerintah yang dilaksanakan oleh perusahaan AGENDOMINO
pelayaran milik negara antara lain PT Pelindo I, II, III dan IV, PT Pelni dan PT ASDP yang menyediakan jasa pergudangan dan inventaris untuk menyimpan dan mengkonsolidasikan komoditas di sepanjang jalur tol laut. Sedangkan Toko Maritim merupakan inisiatif Kementerian Perdagangan untuk memfasilitasi
distribusi barang kebutuhan pokok ke daerah-daerah terluar yang dipatok dalam program tol laut. “Program Rumah Kita dan depo Toko Maritim bisa kita manfaatkan untuk memicu pertumbuhan volume
kargo balik dan meningkatkan konektivitas di kawasan timur Indonesia. Dalam empat tahun ke depan, kami akan terus mengembangkan program-program tersebut dan menciptakan sistem yang berkelanjutan untuk meningkatkan volume kargo balik, ”kata Agus.







0 comments:
Post a Comment