Seputardalamberita:Kementerian Kesehatan dan Dana Anak Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada hari Rabu menandatangani perjanjian tentang pengadaan vaksin COVID-19 di bawah Fasilitas COVAX, rencana alokasi vaksin COVID-19 global yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). yang
bertujuan untuk membantu membeli dan mendistribusikan vaksin secara adil. Melalui perjanjian ini, Indonesia dapat memastikan akses ke vaksin COVAX COVID-19 begitu tersedia, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. “Sejak awal pandemi, Indonesia secara konsisten menggarisbawahi pentingnya
vaksin yang aman, efektif dan terjangkau [...] Kami mengembangkan kerja sama melalui jalur bilateral dan multilateral [untuk pengadaan vaksin],” kata Retno, Rabu. “Saya sangat berharap melalui nota kesepahaman [MoU] ini, begitu vaksin [COVID-19] tersedia, kami tidak akan ada penundaan untuk
menyampaikannya kepada masyarakat,” tambahnya. Perwakilan UNICEF untuk Indonesia Debora Comini mengatakan semua negara yang berpartisipasi dalam skema COVAX akan memiliki akses khusus ke vaksin dengan harga terjangkau, begitu tersedia. "Semua negara peserta akan memiliki akses khusus AGENDOMINO
dengan harga terjangkau, Indonesia akan menjadi bagian dari inisiatif yang sangat penting ini," kata Debora. Dia menjelaskan, penandatanganan MoU tersebut juga akan memungkinkan vaksin COVID-19 yang diproduksi di dalam negeri, seperti vaksin “Merah Putih”, ditempatkan di pasar internasional melalui
divisi suplai UNICEF. Melalui perjanjian tersebut, Indonesia juga akan mendapatkan akses vaksin untuk penyakit lain seperti pneumococcal conjugate vaksin (PCV) melawan penyakit pneumokokus. “Vaksin [PCV] ini bisa menyelamatkan 10.000 anak per tahun di Indonesia,” ujarnya. Menurut Retno, Indonesia
akan mendapatkan bantuan finansial untuk pengadaan vaksin COVAX COVID-19 melalui mekanisme Official Development Assistance (ODA). “Kami menjaga komunikasi intensif dengan Fasilitas COVAX dan Aliansi Global Vaksin dan Imunisasi [GAVI], termasuk soal harga, ketersediaan, dll. Kami perkirakan
vaksin ini akan tersedia pada 2021,” ujarnya. "Dengan bantuan keuangan ODA, vaksin akan lebih terjangkau dibandingkan melalui cara pengadaan lainnya







0 comments:
Post a Comment