Seputardalamberita:Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Jawa Timur, telah secara resmi mengeluarkan seorang siswa yang dilaporkan telah menipu banyak korban untuk melakukan suatu tindakan yang dikenal dengan dalih penelitian akademis.
Dalam pernyataan yang diterbitkan pada hari Rabu, pihak universitas mengakui bahwa mahasiswa terdakwa, Gilang, telah melakukan pelecehan seksual terhadap para korban.
Sebelum pengusirannya, Rektor Unair, Mohammad Nasih, dan komite etiknya telah melakukan pertemuan online dengan keluarga Gilang, di mana Gilang mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan.
Kasus tersebut, yang mendapat perhatian publik setelah beberapa akun orang pertama dari tuduhan tersebut beredar di Twitter, telah mencoreng reputasi universitas, kata rektor.
Kami kira kasus ini [melibatkan] G telah menyebabkan kerusakan besar pada reputasi Unair sebagai perguruan tinggi negeri yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral,” kata Nasih mengacu pada Gilang dengan inisial namanya, dalam keterangan yang dimuat di situs resmi Unair.
Minggu lalu, beberapa korban telah menggunakan Twitter untuk membagikan akun mereka yang telah ditipu oleh Gilang, yang terdaftar di Sekolah Ilmu Budaya Unair, untuk melakukan tindakan mumifikasi seksual.AGENDOMINO
Salah satu pengguna dengan akun @m_fikris menulis bahwa ia dan temannya setuju untuk berpartisipasi dalam "penelitian" tesis Gilang tentang "membungkus" pada bulan Juli setelah Gilang terus-menerus memintanya, dengan mengatakan bahwa ia berisiko gagal studi karena tidak
menyelesaikan tesisnya. Gilang di tahun kelima kuliah Gilang mengirimkan instruksi kepada temannya untuk bergantian menutupi tubuh satu sama lain, termasuk mulut dan mata, dengan lakban. Dia juga menginstruksikan mereka untuk membungkus tubuh mereka dengan jarik (pakaian tradisional Jawa) dan kemudian meminta mereka untuk merekam prosesnya dan mengirimkan rekaman kepadanya sesudahnya.
Korban kedua, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kepada The Jakarta Post bahwa Gilang menelanjangi dan menyerangnya secara seksual setelah membungkusnya dengan kain di rumah kosnya tahun lalu.
Korban lain yang berbicara kepada Post mengatakan bahwa ketika mereka sama-sama mahasiswa baru, Gilang telah membiusnya, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, dan meraba-raba ketika dia tidur di rumah kos Gilang setelah acara universitas pada tahun 2015. "Saya mengonfrontasinya. [Gilang] hari berikutnya, dan dia mengakui semua tindakannya, ”kata korban.
Setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik, Unair mendirikan pusat informasi bagi para korban yang ingin melaporkan kasusnya dan telah menyiapkan layanan konseling bagi para korban.
Nasih melanjutkan, keputusan pengusiran Gilang diambil setelah mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain, kisah para korban yang merasa "dilecehkan" dan "martabat kemanusiaannya direndahkan" oleh tindakannya.







0 comments:
Post a Comment