Sunday, August 16, 2020

Universitas Airlangga membanggakan 'obat COVID-19 pertama' di dunia, tetapi para ahli mendesak agar berhati-hati

Seputardalamberita:Rektor Universitas Airlangga Muhammad Nasih menyebut potensi pengobatan virus corona yang saat ini sedang dikembangkan universitas bekerja sama dengan beberapa departemen negara sebagai “obat COVID-19 pertama” di dunia.

Nasih mengatakan, penelitian dan pengembangan yang sedang berlangsung - yang dilakukan bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan TNI Angkatan Darat - bertujuan untuk menghasilkan kombinasi obat baru yang efektif untuk meredakan gejala COVID-19.

Tentu akan menghasilkan obat baru yang diharapkan menjadi obat COVID-19 pertama di dunia,” katanya dalam jumpa pers di Markas Besar Tentara Nasional Indonesia di Jakarta, Sabtu, seperti dikutip He mengatakan tiga kombinasi obat - lopinavir / ritonavir dan azitromisin, lopinavir / ritonavir dan doksisiklin dan hydroxychloroquine dan azitromisin - telah menjalani uji klinis.AGENDOMINO

Setelah kami menggabungkan [obat yang berbeda], tingkat pemulihan [di antara subjek uji] meningkat tajam. Kombinasi tertentu bahkan mencapai kemanjuran 98 persen, ”kata Nasih.

AGENPOKER

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut mengatakan akan bertemu dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pekan depan untuk secara resmi meminta percepatan proses persetujuan obat tersebut. Namun Maksum Radji, ahli mikrobiologi klinis di Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI), mengimbau masyarakat untuk menahan optimisme hingga berita resmi tentang khasiat obat dirilis.

Hasil uji klinis belum dipublikasikan di jurnal ilmiah mana pun, sehingga sulit untuk menilai kemanjuran dan risiko yang melekat pada penggunaan tiga kombinasi obat tersebut, katanya kepada The Jakarta Post, Minggu.

0 comments:

Post a Comment