Seputardalamberita:Pelaku industri dan pemodal ventura telah mendesak para pendiri start-up untuk berinovasi dan mencari peluang untuk selamat dari pandemi COVID-19. Diperkirakan 15 persen perusahaan rintisan negara sangat terpengaruh" oleh krisis kesehatan global antara Maret dan Mei, menurut Venture Capital dan
Asosiasi Start-Up Indonesia (Amvesindo). Angka tersebut telah meningkat menjadi 25 persen pada Agustus dan diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya pandemi. “Dalam setiap krisis, start-up harus mencari peluang atau titik masuk baru. Untuk perusahaan yang sudah ada, Anda
dapat memutar bisnis Anda agar tetap tangguh, ”kata pendiri Fintech start-up Investree Adrian Gunadi dalam webinar pada hari Kamis. Adrian menyarankan start-up pada tahap awal mereka untuk fokus membangun tim dan kesesuaian pasar produk, di antara langkah-langkah lainnya, sambil mengatasi situasi
saat ini. Sementara itu, start-up dalam tahap pertumbuhan harus fokus pada skalabilitas dan profitabilitas untuk bertahan dari krisis kesehatan dan kemungkinan menarik investor baru. Dia menambahkan bahwa untuk menghidupkan kembali sebuah start-up, para pendiri juga harus terlebih dahulu menentukan
masalah mendasar yang memulai kehancuran perusahaan. “Jika perusahaan menghadapi masalah sistemik, maka para pendiri perlu memikirkan kembali timnya, merekrut orang-orang baru, dan membangun kembali perusahaan,” ujarnya. Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kementerian Riset dan AGENDOMINO
Teknologi, hanya 13 persen dari sekitar 1.037 start-up di Indonesia yang dapat meningkatkan bisnisnya, sementara sebagian besar dilaporkan mandek atau dibubarkan. Raksasa start-up ride-hailing Gojek dan Grab baru-baru ini harus menghentikan beberapa bisnis non-inti mereka karena dampak pandemi pada
operasi perusahaan. Grab yang berbasis di Singapura mengumumkan pada bulan Juni bahwa mereka akan memberhentikan 360 orang, hanya di bawah 5 persen dari karyawannya di seluruh wilayah, karena krisis yang sedang berlangsung. Tidak lama kemudian, Gojek melakukan pemotongan jumlah
pegawai sebanyak 430 pekerja atau sekitar 9 persen dari total tenaga kerjanya, karena perusahaan menargetkan untuk fokus pada layanan ride-hailing, food delivery, e-payment, dan logistik. Perikanan e-commerce start-up Aruna salah satu pendiri Utari Octavianty mengatakan selama webinar bahwa dia
memutar bisnisnya hanya dalam seminggu setelah Indonesia mengumumkan peningkatan kasus COVID-19 di negara tersebut. “Hampir semua produk kami untuk ekspor, namun karena logistik kami terganggu, kami segera memasarkan barang kami ke konsumen dalam negeri,” ujarnya. “Di saat ketidakpastian, kita bisa belajar naik ombak







0 comments:
Post a Comment