Seputardalamberita:Dokter anak Indonesia telah menyampaikan keprihatinan atas rencana pemerintah untuk mengizinkan lebih banyak sekolah dibuka kembali, mengingat persentase kematian anak-anak di antara COVID-19 di Indonesia lebih tinggi daripada di negara lain.
Dengan sekitar 30 persen dari 270 juta penduduk Indonesia berusia di bawah 18 tahun, setidaknya 9.216 anak telah terinfeksi penyakit di negara ini pada 6 Agustus.Kematian anak-anak menyumbang 2,3 persen dari keseluruhan angka kematian COVID-19, yang melebihi 6.000 pada hari Selasa, data resmi menunjukkan.
Menurut angka dari Masyarakat Anak Indonesia (IDAI), yang lebih rendah dari angka pemerintah, 59 kematian COVID-19 dan 318 dugaan kematian di antara anak-anak tercatat pada 10 Agustus.
Empat puluh dua persen dari 59 kematian tersebut adalah anak-anak yang tidak pernah merayakan ulang tahun pertamanya, diikuti oleh anak usia 1-5 tahun (24 persen), 6-9 tahun (14 persen), dan 10-18 tahun (20 persen).
Beberapa kematian terjadi karena anak-anak memiliki faktor komorbiditas, tetapi untuk yang lain karena kami terlambat bertindak,” kata Ketua IDAI Aman Bhakti Pulungan.Bahkan dengan faktor komorbiditas, mereka seharusnya tidak mati," katanya dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Senin sebagai protes atas rencana pembukaan kembali sekolah.AGENDOMINO
Dalam pernyataan terpisah yang dikeluarkan pada hari Senin, IDAI mencatat bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat kematian kasus (CFR) COVID-19 tertinggi di antara orang-orang berusia 18 tahun ke bawah di kawasan Asia-Pasifik.
CFR di antara anak-anak di negara itu mencapai 1,1 persen, kata kelompok itu, mengutip data dari gugus tugas COVID-19 nasional pada 16 Agustus. Ini jauh lebih tinggi daripada tingkat di China, Italia dan Amerika Serikat, masing-masing yang berada di bawah 0,1 persen, sedangkan di Eropa 0,3 persen.CFR adalah proporsi kasus infeksi yang mengakibatkan kematian.
Sedangkan proporsi kejadian di kalangan anak-anak mencapai 9,1 persen di Indonesia, dibandingkan dengan 0,9 persen di China, 1,2 persen di Italia, dan 5 persen di AS. Proporsi kejadian adalah kemungkinan anak tertular COVID-19.







0 comments:
Post a Comment