Seputardalamberita:Indonesia dapat melihat penurunan kualitas guru baru, karena pembatalan ujian masuk layanan sipil pemerintah baru-baru ini dapat mengakibatkan proses perekrutan yang serampangan, serikat guru telah memperingatkan.
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan bahwa kebijakan baru ini akan mempengaruhi sekolah, yang akan berjuang untuk mengganti guru yang sudah pensiun yang pensiun atau pergi untuk pekerjaan yang berbeda.
Data IGI menunjukkan bahwa lebih dari 544.000 guru PNS akan pensiun dalam empat tahun ke depan, sementara sekitar 226.000 guru telah pensiun pada 2017-2020. Akibatnya, sekolah akan bergegas melalui proses seleksi mereka untuk menemukan siapa saja yang dapat menggantikan guru keluar mereka, mengabaikan kriteria seleksi mereka dan mungkin mengorbankan kualitas dalam hal guru yang masuk.AGENDOMINO
“Kami memiliki [perkataan] bahwa 'jika seekor kambing memiliki gelar sarjana, maka kambing itu juga bisa mengajar',” kata Ramli.
Kebijakan untuk membatalkan ujian pegawai negeri juga berarti bahwa guru nonformal akan ditolak kesempatan untuk maju ke status pegawai negeri, yang memiliki skala gaji yang lebih tinggi. Setidaknya 60 persen dari semua guru di Indonesia adalah guru nonformal yang dibayar oleh
AGENPOKER
honorarium, kata Ramli. Sementara itu, hasil awal dari survei IGI yang sedang berlangsung menemukan bahwa 80 persen dari semua guru nonformal yang disurvei berpenghasilan kurang dari Rp 1 juta (US $ 69,5) per bulan.
Sistem pegawai negeri Indonesia merekrut guru formal dan guru kontrak, dan mengharuskan semua calon guru lulus ujian pegawai negeri. Calon guru lain yang direkrut secara informal oleh masing-masing sekolah sebagai guru nonformal yang dibayar dengan honorarium.
Peringatan Ramli mengikuti pengumuman minggu lalu dari Menteri Reformasi Administrasi dan Birokrasi Tjahjo Kumolo.







0 comments:
Post a Comment