Sunday, July 19, 2020

Peru melewati 13.000 kematian akibat virus


Seputardalamberita:Peru pada Minggu meloloskan 13.000 kematian akibat virus korona, kata kementerian kesehatan, sehari sebelum negara itu dijadwalkan untuk membuka kembali restoran sebagai bagian dari memudahkan langkah-langkah penutupan.Tambahan 189 kematian dilaporkan dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah korban menjadi 13.187, menurut laporan harian kementerian.

Laporan itu juga menunjukkan 4.090 infeksi baru telah dicatat, menjadikan jumlah kasus menjadi 353.590.Peru pada Minggu meloloskan 13.000 kematian akibat virus korona, kata kementerian kesehatan, sehari sebelum negara itu dijadwalkan untuk membuka kembali restoran sebagai bagian dari memudahkan langkah-langkah penutupan.

Tambahan 189 kematian dilaporkan dalam 24 jam terakhir, sehingga jumlah korban menjadi 13.187, menurut laporan harian kementerian. Laporan itu juga menunjukkan 4.090 infeksi baru telah dicatat, menjadikan jumlah kasus menjadi 353.590.AGENDOMINO

Peru, dengan 33 juta penduduk, memiliki jumlah kasus tertinggi kedua di Amerika Latin, setelah Brasil. Ini juga memiliki angka kematian tertinggi ketiga, setelah Brasil dan Meksiko.

Rumah sakit di negara itu hampir runtuh karena jumlah pasien terus meningkat. Ada kekurangan peralatan medis dan sumber daya lainnya yang menyebabkan keluhan oleh petugas kesehatan.

Dokter dan perawat memprotes situasi mereka hari Minggu di luar sebuah rumah sakit di kota Arequipa, selama kunjungan dari Presiden Martin Vizcarra.

AGENPOKER

Vizcarra, cukup dengan tipuannya, para pasien sekarat," teriak mereka di pintu rumah sakit ketika presiden tiba. Peru mencabut pada 1 Juli sebuah karantina wajib yang ditempatkan di 25 wilayah termasuk Lima di mana pemerintah mengatakan coronavirus "turun", meskipun 70 persen dari kasus negara itu tercatat di daerah-daerah ini.

Mulai Senin, restoran akan dibuka pada kapasitas 40 persen karena pemerintah berupaya memulihkan ekonomi yang jatuh.

0 comments:

Post a Comment