Thursday, July 23, 2020
Home »
agen bandar QQ.capsasusun
,
agen bandarQ.agen bola.agent sakong
,
Agen Bola
,
Agen Bola Terpercaya
,
agen domino
,
Agen Kasino
,
agen poker
,
Agen Sbobet
,
Taruhan Bola
,
Taruhan Online Indonesia
» Pemerintah memungkinkan UMKM untuk mendapatkan nomor ID pajak melalui bank-bank milik negara
Pemerintah memungkinkan UMKM untuk mendapatkan nomor ID pajak melalui bank-bank milik negara
Seputardalamberita:Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sekarang dapat memperoleh nomor identifikasi pajak (NPWP) melalui bank-bank milik negara, karena Direktorat Jenderal Pajak berupaya menyederhanakan prosedur untuk meningkatkan pencairan bantuan COVID-19 pemerintah.
Kepala Kantor Pajak Suryo Utomo mengatakan bahwa beberapa UMKM belum memiliki NPWP, yang, sebelum perubahan kebijakan, akan membuat mereka tidak memenuhi syarat untuk menerima dana dari pemerintah selama pandemi. Dia mengatakan kebijakan baru akan mendukung pemulihan ekonomi negara dengan memungkinkan lebih banyak UMKM untuk menerima dana stimulus.
Kami membantu UMKM mendapatkan NPWP melalui bank sehingga mereka dapat menerima pinjaman atau subsidi pemerintah," kata Suryo saat peluncuran program pada hari Kamis. “Ini adalah layanan satu atap di mana bank dapat mengevaluasi kelayakan peminjam. Lebih dari 60 juta UMKM
di Indonesia, yang merupakan 60 persen dari produk domestik bruto (PDB) ekonomi terbesar di Asia Tenggara, sedang berjuang untuk tetap bertahan karena pembatasan COVID-19 sangat mempengaruhi pendapatan mereka. Operasi mereka ditutup atau dibatasi, dan banyak pekerja diberhentikan atau di-cuti.
Pemerintah telah mengalokasikan Rp 123,46 triliun (US $ 8,44 miliar) untuk membantu usaha kecil dan koperasi dari total paket stimulus COVID-19 Rp695,2 triliun. Dana tersebut mencakup subsidi bunga pinjaman dan jaminan kredit.AGENDOMINO
Pemerintah juga telah menempatkan Rp 30 triliun di bank-bank BUMN dengan harapan bahwa mereka akan memberikan lebih banyak pinjaman kepada bisnis.
Bank-bank milik pemerintah di bawah Himbara, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia dan BTPN, sekarang dapat menyediakan layanan online dan offline untuk memungkinkan UMKM untuk mendapatkan NPWP.
Pemerintah telah berjanji untuk memberikan total Rp 100 triliun pinjaman modal kerja kepada UMKM. Perusahaan telah membayar premi asuransi kredit sebesar Rp5 triliun kepada perusahaan asuransi milik negara PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) untuk memberikan jaminan bagi bank yang menyalurkan pinjaman kepada UMKM hingga November 2021.
Program ini akan mencakup pinjaman dengan plafon Rp 10 miliar dan jangka waktu tiga tahun, dengan pinjaman tersedia untuk 60,6 juta UMKM sehat dari semua sektor bisnis.
Program penjaminan pinjaman dimaksudkan untuk mendorong bank-bank untuk menyalurkan lebih banyak pinjaman selama pandemi, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 7 Juli.
Tingkat pencairan pinjaman di antara bank-bank Indonesia tumbuh 3,04 persen tahun-ke-tahun (yoy) pada Mei, jauh lebih lambat dari pertumbuhan 5,73 persen pada April karena virus corona memukul sektor riil.
Pinjaman yang dijamin dapat membantu kita mematahkan sikap yang enggan mengambil risiko dari UMKM dan bank, yang akan memungkinkan kita untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita,” kata Sri Mulyani.







0 comments:
Post a Comment