Seputardalamberita:Sementara pembelajaran online diharapkan menjadi norma baru di sekolah selama pandemi COVID-19, siswa di Kabupaten Seram Timur di Maluku masih berjuang untuk mengakses pendidikan offline.
Pada hari Jumat, sebuah video yang memperlihatkan empat siswa perempuan melintasi delta sungai yang banjir dalam perjalanan mereka ke sekolah di distrik Werinama menjadi viral, memicu curahan simpati. Lissa Tanamal, yang memposting video asli di Facebook, mengatakan para siswa harus menunggu selama tiga jam agar arus melambat dan sungai cukup aman bagi mereka untuk menyeberang.
Setelah tiga jam menunggu, kami akhirnya berhasil! Anak-anak ini lebih berani daripada aku. Tetap semangat, sayangku, ”Lissa menulis dalam judul. Para siswa adalah siswa kelas delapan di SMP Seram 16 Timur di desa Batuasa, yang terletak 3 kilometer dari rumah mereka di desa Tobo.
Guru Seram 16 Timur Werto Wailisahalong menjelaskan bahwa siswa dari desa Tobo harus berjalan di sepanjang pantai dan menyeberangi sungai Uli setiap hari karena tidak ada akses jalan antar desa.
Mereka berjalan sejauh 3 km sebelum menyeberangi sungai," kata Werto, Jumat seperti dikutip oleh kompas.com.AGENDOMINO
Saat Musim Timur tiba, gelombang tinggi, curah hujan tak habis2 tiap hari. Sungai2 meluap, yg dipikir pertama adalah bgimana bisa ke pulang pergi sekolah. Jangan tanya online dulu. Berat, biar org pusat aja yg mikir. 😅 pic.twitter.com/PxyRuKrc3b— H (@almascatie) July 17, 2020
AGENPOKER
daripada menyeberangi hulu sungai tempat air mengalir lebih cepat. Menurut National Geographic Encyclopedia, sebuah sungai bergerak lebih lambat saat mendekati mulutnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Seram Timur Sidik Rumaloak mengatakan tidak banyak yang bisa dia lakukan mengenai masalah ini karena pembangunan infrastruktur bukan bagian dari bidangnya.
Namun, kami akan meminta [pembangunan jalan di daerah] untuk menyelesaikan masalah,” katanya.







0 comments:
Post a Comment