Tuesday, July 28, 2020

Berkat lonjakan harga emas yang menyamar untuk Indonesia


Seputardalamberita:Lonjakan harga emas baru-baru ini bisa menjadi keuntungan bagi Indonesia, meskipun ada risiko ekonomi yang membayangi lonjakan permintaan untuk komoditas safe haven dengan investor bergegas untuk memarkir uang mereka dalam aset safe-haven, karena kekhawatiran tumbuh tentang gelombang kedua pandemi coronavirus dan dampaknya terhadap ekonomi global.

Emas berjangka telah melonjak hampir 30 persen tahun ini menjadi US $ 1.941 per ounce, mengalahkan rekor sebelumnya $ 1.921 pada 2011, dengan rally bullish dimulai awal bulan ini, data Reuters menunjukkan. Beberapa analis memproyeksikan harga emas naik menjadi $ 2.100 tahun ini karena berlanjutnya ketidakpastian seputar pandemi.AGENDOMINO

Emas adalah aset safe-haven yang populer bagi investor yang ingin melakukan lindung nilai dana mereka terhadap mata uang yang jatuh dan ketidakstabilan di pasar keuangan, kata ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, menambahkan bahwa harganya biasanya meningkat ketika

ketidakpastian ekonomi meningkat. Ketidakpastian sekitar gelombang kedua wabah telah melihat harga emas menembus atap dan ini akan menguntungkan Indonesia, ”kata David kepada The Jakarta Post saat wawancara telepon pada hari Selasa. "Sebagai eksportir emas, penambang emas Indonesia akan mendapat manfaat signifikan dari permintaan dan harga yang lebih tinggi."

Indonesia mengekspor $ 4,36 miliar dalam bentuk logam mulia, permata dan perhiasan selama enam bulan pertama tahun ini, naik 36,3 persen tahun-ke-tahun (yoy), sementara total ekspor selama periode yang sama turun 5,5 persen yoy, menurut data BPS. .


Pandemi COVID-19 telah menghancurkan ekonomi global tahun ini, dengan Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan kontraksi 4,9 persen dalam ekonomi dunia sebelum rebound ke pertumbuhan 5,4 persen tahun depan. IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia menyusut 0,3 persen tahun ini.

Menurut catatan resmi, virus ini telah menginfeksi lebih dari 16 juta orang di seluruh dunia, termasuk lebih dari 100.000 di Indonesia. Beberapa negara, termasuk Cina dan Hong Kong, telah memutuskan untuk memperketat protokol kesehatan di tengah meningkatnya jumlah kasus setelah membuka kembali ekonomi mereka.

0 comments:

Post a Comment